Pagarnusakampak.com – Memasuki usia empat dekade Pagar Nusa, semangat juang dan khidmah organisasi tetap menjadi roh penggerak bagi seluruh kader, mulai dari tingkat ranting hingga PAC. Mengusung tema “Bela Kiai Sampai Mati”, Komandan Pasukan Inti Pagar Nusa Kecamatan Kampak, Raka Kurniawan, mengajak seluruh kader untuk lebih aktif turun ke lapangan dan berpartisipasi dalam berbagai program latihan, pembinaan, serta kegiatan sosial yang telah dijadwalkan.
Raka Kurniawan menegaskan, momentum Harlah Pagar Nusa ke-40 bukan sekadar perayaan simbolis, tetapi menjadi ajang penguatan mental juang, disiplin, dan loyalitas bagi setiap anggota. “Empat dekade perjalanan Pagar Nusa adalah sejarah panjang yang harus dipahami setiap kader. Kehadiran kita di lapangan bukan hanya menunjukkan keseriusan latihan, tetapi juga wujud komitmen terhadap kiai dan organisasi,” ujarnya.
Sejak didirikan, Pagar Nusa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama, berperan dalam menjaga marwah pesantren, mendidik generasi muda melalui latihan pencak silat, dan menanamkan nilai-nilai keilmuan serta akhlak. Oleh karena itu, peran aktif kader senior sangat penting sebagai teladan dan pembimbing bagi pesilat muda. Kehadiran mereka di tengah-tengah latihan rutin ranting bukan hanya untuk mengawasi teknik, tetapi juga untuk menanamkan sikap disiplin, kesabaran, serta rasa hormat kepada guru dan sesepuh organisasi.
Dalam sambutannya, Raka Kurniawan juga menjelaskan tentang berbagai program strategis yang akan dilaksanakan PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak sepanjang tahun 2026, termasuk program pembinaan atlet, penguatan pengurus ranting, dan agenda sosial keagamaan yang rutin dilakukan di masyarakat. Program-program tersebut dirancang untuk membentuk kader yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berpikir kritis, dan berjiwa kepemimpinan.
“Kami ingin kader Pagar Nusa tidak hanya dikenal sebagai pesilat, tetapi juga sebagai agen perubahan di masyarakat. Keterlibatan aktif di lapangan, baik dalam latihan maupun kegiatan sosial, akan membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” tambah Raka Kurniawan.
Harlah ke-40 Pagar Nusa juga dimaknai sebagai momentum refleksi. Setiap cabang, PAC, dan ranting diharapkan mengevaluasi capaian program, meninjau kembali pembinaan anggota, serta merumuskan strategi untuk penguatan organisasi. Evaluasi ini meliputi aspek latihan teknis pencak silat, pemahaman adab, kemampuan manajerial pengurus, serta partisipasi aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.
Selain itu, PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi dan nilai-nilai organisasi. Para kader senior bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap generasi baru memahami sejarah organisasi, tujuan pembentukan, serta nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi. Hal ini diyakini akan menjaga marwah Pagar Nusa tetap murni dan berlandaskan ahlussunah wal jamaah.
Dalam rangka memperingati Harlah ke-40, berbagai kegiatan telah dijadwalkan, antara lain:
- Peningkatan kualitas latihan di tiap ranting
- Pembinaan mental dan spiritual melalui doa dan dzikir rutin
- Penyelenggaraan ujian dan pewargaan untuk anggota baru
- Program sosial kemasyarakatan sebagai wujud khidmah kepada umat
- Pembentukan panitia untuk penguatan administrasi dan koordinasi antar ranting
Raka Kurniawan menambahkan bahwa keterlibatan aktif seluruh anggota tidak boleh hanya saat momentum peringatan Harlah. Sebaliknya, semangat loyalitas dan kebersamaan harus terlihat setiap hari, baik saat latihan rutin maupun kegiatan sosial yang diselenggarakan PAC maupun ranting. “Loyalitas terhadap kiai dan organisasi harus menjadi bagian dari karakter setiap kader. Semangat ini akan menuntun kita untuk selalu menjaga marwah dan martabat Pagar Nusa,” ujarnya.
PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak juga menekankan pentingnya keterbukaan dan transparansi dalam setiap kegiatan. Laporan kegiatan, administrasi anggota, serta hasil pembinaan dicatat secara tertib dan didokumentasikan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah evaluasi, mempertanggungjawabkan kegiatan kepada pengurus pusat, serta menjadi referensi bagi generasi penerus dalam memahami proses organisasi secara utuh.
Dalam kesempatan ini, Raka Kurniawan juga mengajak seluruh kader untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Setiap latihan dan kegiatan Pagar Nusa tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada pengabdian sosial, seperti bersih lingkungan, pendampingan pendidikan, dan kegiatan keagamaan. Dengan demikian, setiap anggota mampu menjadi teladan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum Harlah ke-40 ini juga menjadi ajang penguatan ukhuwah antar anggota. Kegiatan bersama di lapangan, pelatihan intensif, dan pembinaan karakter menjadi sarana untuk mempererat ikatan persaudaraan, solidaritas, dan kerja sama yang solid. Hal ini diharapkan mampu membentuk satu kekuatan kolektif yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Raka Kurniawan menutup sambutannya dengan menegaskan kembali tema “Bela Kiai Sampai Mati” sebagai pijakan setiap kader. Semangat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi landasan moral dan spiritual bagi seluruh anggota Pagar Nusa dalam menjalankan khidmah kepada NU, pesantren, dan masyarakat. “Kita harus menghidupkan nilai-nilai ini setiap hari, bukan hanya saat peringatan Harlah. Semangat membela kiai, menjaga organisasi, dan memperkuat ukhuwah harus menjadi budaya Pagar Nusa yang hidup di setiap hati kader,” pungkasnya.
Dengan artikulasi semangat yang jelas, perencanaan matang, dan keterlibatan aktif seluruh kader, Pagar Nusa Kecamatan Kampak optimis bahwa tradisi, nilai, dan semangat juang empat dekade akan terus berlanjut, menghasilkan generasi pesilat yang unggul, berakhlak mulia, dan berdedikasi penuh terhadap organisasi.
#psnupagarnusa
#empatdekade
#PagarNusaKampak
#khidmah
#BelaKiaiSampaiMati