🟩 Makna dan Filosofi Lambang Pagar Nusa: Simbol Kehormatan Para Pendekar NU
Lambang Pagar Nusa bukan sekadar identitas organisasi, tetapi sebuah simbol penuh makna yang merepresentasikan aqidah, perjuangan, keberanian, dan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi oleh seluruh pendekar Nahdlatul Ulama. Setiap elemen dalam lambang Pagar Nusa memiliki arti mendalam yang menjadi pedoman dalam bersikap, berlatih, dan berkhidmat.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang pencak silat, Pagar Nusa menjadikan lambang ini sebagai penegasan bahwa kekuatan bukan hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada keimanan, akhlak, dan keberkahan perjuangan.
🟩 Sejarah Singkat Lambang Pagar Nusa
Lambang resmi Pagar Nusa dirancang sebagai identitas pemersatu seluruh perguruan silat yang berada di bawah naungan NU. Lambang tersebut digunakan secara nasional sejak Pagar Nusa dideklarasikan pada tahun 1986 oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan para pendekar pesantren.
Tujuan utama penggunaan lambang resmi adalah agar seluruh kader memiliki identitas tunggal yang mencerminkan kekuatan bersama serta kesatuan komando.
🟨 Filosofi & Makna dari Setiap Elemen Lambang Pagar Nusa
🕋 Bintang dan Kalimat Tauhid
Pada bagian atas terdapat bintang dan tulisan “Laa ilaaha illallah”. Ini menjadi simbol bahwa seluruh perjuangan harus berpijak pada Tauhid, yaitu pengakuan terhadap keesaan Allah sebagai sumber kekuatan sejati. Artinya:
> Pendekar sejati beriman kepada Allah, tidak sombong, dan menggantungkan kekuatan hanya kepada-Nya.
🌍 Bola Dunia
Bola dunia melambangkan bahwa perjuangan Pagar Nusa berskala luas dan bersifat global. Makna filosofisnya adalah:
Pagar Nusa siap berkontribusi dalam menjaga kedamaian dunia.
Para kader harus memiliki wawasan luas dan siap berkompetisi dalam tingkat nasional maupun internasional.
🔗 Tali Bersambung / Ikatan Persaudaraan
Garis melingkar pada lambang bermakna persatuan dan ukhuwah. Ini menegaskan bahwa:
> Sesama pendekar Pagar Nusa adalah saudara yang saling menjaga, bukan saling menjatuhkan.
Persaudaraan menjadi fondasi utama, baik di dalam latihan, organisasi, maupun kehidupan sosial.
🥋 Dua Pedang Silang
Pedang adalah simbol ketegasan, keberanian, dan kesiapan membela kebenaran.
Maknanya:
Pendekar Pagar Nusa harus berani mengambil sikap terhadap kezaliman dan ketidakadilan.
Silat bukan untuk kesombongan atau pamer kekuatan, tetapi untuk menjaga kehormatan dan kebenaran.
Tidak boleh menggunakan kemampuan untuk menyakiti sesama kecuali dalam keadaan terpaksa.
🟩 Warna Hijau
Hijau adalah warna identitas Nahdlatul Ulama. Melambangkan:
Kesuburan, kedamaian, dan harapan.
Keikhlasan dalam berorganisasi dan berkhidmat.
Jiwa santri yang tawadhu’, tidak arogan namun kuat dan bermartabat.
🟫 Warna Coklat / Emas
Melambangkan kemuliaan, harga diri, dan kejayaan. Maknanya:
Para pendekar harus menjaga martabat Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama.
Setiap perjuangan harus menghasilkan manfaat, bukan kerusakan.
🌟 Makna Utama Lambang Pagar Nusa Secara Keseluruhan
Jika disimpulkan, lambang ini menyampaikan pesan:
> Pendekar Pagar Nusa adalah penjaga akidah, penjaga persatuan, dan penjaga kehormatan umat. Berani bertindak, tegas dalam prinsip, dan berakhlak mulia.
Inilah yang kemudian menjadi moto:
“BERANI, TEGAS, BERAKHLAK.”
🥋 Implementasi Filosofi Lambang dalam Kehidupan Anggota
Nilai-nilai ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui:
Disiplin dalam berlatih dan berjuang.
Menghormati guru, pelatih, dan sesama anggota.
Menjaga adab di pesantren maupun di masyarakat.
Menjadi teladan dan pelindung, bukan pembuat masalah.
Berprestasi dengan rendah hati dan menjunjung sportifitas.
🟩 Kesimpulan
Lambang Pagar Nusa bukan sekadar simbol grafis, tetapi identitas perjuangan para pendekar NU yang menggabungkan kekuatan lahir dan batin. Filosofi mendalam di dalamnya menjadi pedoman dalam menjalani organisasi, latihan, dan kehidupan bermasyarakat.
Pagar Nusa – Benteng Umat, Penjaga Negeri!
Jaga NU, Jaga Negara, NKRI Harga Mati!
0 Comments