Kampak — Dalam berbagai kesempatan kaderisasi dan kegiatan ke-NU-an, para penggerak Pagar Nusa kembali menegaskan nilai penting organisasi ini dalam membentuk akhlak, karakter, dan militansi spiritual para anggotanya. Ungkapan “Bukan Pagar Nusa yang butuh kita, tapi kita yang butuh Pagar Nusa” kembali digaungkan sebagai pengingat bahwa keberadaan Pagar Nusa adalah sarana keselamatan, bukan sekadar wadah aktivitas.
Pernyataan tersebut mencerminkan tiga kondisi manusia yang kerap dijelaskan dalam tradisi keilmuan Islam: Dholun, Mudilun, dan Munqidun.
• Dholun menggambarkan manusia yang tersesat tanpa tuntunan.
• Mudilun adalah kondisi ketika seseorang menyesatkan dirinya atau orang lain karena jauh dari nilai kebaikan.
• Munqidun, derajat terbaik, adalah mereka yang diselamatkan oleh petunjuk, ilmu, dan lingkungan yang benar.
Melalui pendekatan inilah Pagar Nusa hadir: bukan sekadar organisasi pencak silat, tetapi madrasah kehidupan bagi para kader muda NU agar tidak terjebak dalam keadaan dholun dan mudilun, melainkan menjadi bagian dari golongan munqidun — golongan yang mendapatkan jalan keselamatan.
Ketua serta para pembina Pagar Nusa di berbagai tingkatan terus menekankan bahwa bergabung, berkhidmah, dan aktif dalam tiap kegiatan bukan untuk memperbanyak jumlah anggota atau memperbesar nama organisasi. Tujuan utamanya adalah menjaga jatidiri santri, memelihara tradisi, dan memperkuat benteng akhlak di tengah semakin kompleksnya tantangan zaman.
“Pagar Nusa tidak pernah meminta untuk dibela, karena pada hakikatnya kita lah yang butuh dibimbing oleh nilai-nilai yang ada di dalamnya,” ujar salah satu pembina dalam sebuah kegiatan rutin. Ia menekankan bahwa Pagar Nusa adalah jalur aman untuk membangun kedisiplinan, ta’dzim kepada guru, dan kesetiaan kepada Nahdlatul Ulama.
Dengan semangat ini, para anggota muda Pagar Nusa diajak untuk terus menjaga komitmen, mengikuti latihan secara istiqamah, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan yang menjadi ciri khas organisasi. Semakin seseorang aktif di Pagar Nusa, semakin ia merasakan bahwa organisasi ini bukan beban, tetapi kebutuhan spiritual dan moral.
Pada akhirnya, pesan besar yang ingin disampaikan ialah: Pagar Nusa adalah tempat penyelamatan akhlak dan karakter. Ia bukan hanya butuh kita untuk berdiri, tetapi kitalah yang jauh lebih membutuhkan Pagar Nusa untuk tetap berada di jalan keselamatan — menjadi bagian dari kaum Munqidun.
#psnupagarnusa
#kampaktrenggalek
#banomnu
#sampaimatipagarnusa

0 Comments