Pagarnusakampak.com – Pimpinan Pagar Nusa Kecamatan Kampak kembali merencanakan kegiatan strategis berupa agenda silaturahmi dan refleksi perkembangan Pagar Nusa di luar negeri yang akan dikemas dalam bentuk seminar keorganisasian dan ke-NU-an. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari, bertempat di Musala Baitussalam Mabes.
Agenda ini digagas oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Kampak sebagai upaya memperkuat soliditas kader, menjaga ideologi organisasi, serta meningkatkan pemahaman tentang peran Pagar Nusa di tingkat nasional hingga internasional.
Silaturahmi Pagar Nusa Kampak sebagai Penguat Soliditas Organisasi
Silaturahmi menjadi pondasi utama dalam setiap gerakan Pagar Nusa Kecamatan Kampak. Melalui kegiatan ini, pengurus dan kader diharapkan dapat mempererat ukhuwah, memperkuat komunikasi, serta menyatukan visi perjuangan organisasi.
Kegiatan silaturahmi yang dikemas dalam format seminar ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan sebagai sarana konsolidasi organisasi. Forum ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga marwah Pagar Nusa sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU).
Materi Ke-NU-an dan Ke-Aswaja-an oleh Pengurus MWCNU Kecamatan Kampak
Dalam agenda seminar Pagar Nusa Kampak ini, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kampak dijadwalkan hadir sebagai pemateri utama untuk menyampaikan materi ke-NU-an dan ke-Aswaja-an.
Materi ini menjadi bagian penting dalam pembinaan ideologi kader agar tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Penguatan nilai ke-NU-an ini bertujuan membentuk karakter pesilat Pagar Nusa yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara akidah, berakhlak, dan beradab.
Refleksi Perkembangan Pagar Nusa di Luar Negeri oleh Sahabat Arbain Nawawi
Agenda utama lainnya dalam rencana kegiatan ini adalah materi refleksi perkembangan Pagar Nusa di luar negeri yang akan disampaikan oleh Pembina Pagar Nusa Kecamatan Kampak, Sahabat Arbain Nawawi.
Materi refleksi ini akan membahas bagaimana Pagar Nusa berkembang di berbagai negara seiring meningkatnya mobilitas kader dan warga NU ke luar negeri. Selain itu, akan dibahas pula tantangan serta peluang dalam menjaga identitas Pagar Nusa di tengah perbedaan budaya dan sosial.
Melalui pemaparan tersebut, kader Pagar Nusa Kampak diharapkan mampu memahami bahwa Pagar Nusa di luar negeri tidak hanya menjadi wadah latihan pencak silat, tetapi juga berperan sebagai duta budaya Nusantara dan representasi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang rahmatan lil ‘alamin.
Seminar sebagai Media Edukasi dan Konsolidasi Kader
Konsep seminar dipilih karena dinilai efektif sebagai media edukasi dan konsolidasi organisasi. Melalui pemaparan materi ke-NU-an serta refleksi perkembangan Pagar Nusa di luar negeri, kader diharapkan memperoleh pemahaman yang seimbang antara aspek ideologi, spiritual, dan pengembangan organisasi.
Rencana kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan sesi diskusi dan dialog interaktif yang memungkinkan peserta menyampaikan pandangan serta masukan konstruktif demi kemajuan PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak.
Musala Baitussalam Mabes sebagai Lokasi Kegiatan
Pemilihan Musala Baitussalam Mabes sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai spiritual yang kuat. Selain sebagai tempat ibadah, musala ini juga menjadi pusat pembinaan moral dan karakter.
Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan diawali dan diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT, sehingga setiap langkah perjuangan Pagar Nusa selalu dilandasi nilai keikhlasan dan spiritualitas.
Harapan PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak
Melalui agenda silaturahmi dan seminar yang direncanakan pada 13 Februari ini, PAC Pagar Nusa Kecamatan Kampak berharap dapat meningkatkan kualitas kader, memperkuat pemahaman ke-NU-an dan ke-Aswaja-an, serta membuka wawasan mengenai peran dan perkembangan Pagar Nusa di luar negeri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi Pagar Nusa Kampak sebagai organisasi pencak silat NU yang kokoh dalam ideologi, kuat dalam tradisi, dan siap menghadapi tantangan zaman.
