Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama di Indonesia dan dunia. Tepat satu abad atau 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) berdiri sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1926. Selama satu abad, NU telah berperan besar dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, merawat tradisi keislaman Nusantara, serta berkontribusi nyata dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Di usia satu abad ini, NU tidak hanya diperingati sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial, budaya, dan kebangsaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Salah satu badan otonom NU yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai tersebut adalah Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. Di tingkat lokal, Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak hadir sebagai garda terdepan dalam membina generasi muda dan menjaga tradisi pencak silat.
Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari 1926 sebagai respons para ulama terhadap kondisi umat Islam yang menghadapi penjajahan dan ancaman terhadap tradisi Islam Nusantara. Dengan berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, NU hadir sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang menggabungkan nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Dalam sejarahnya, NU berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad tahun 1945. Setelah kemerdekaan, NU terus berkhidmah melalui pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan budaya hingga saat ini.
Makna Harlah 100 Tahun NU
Peringatan Harlah 100 Tahun NU bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi, konsolidasi, dan penguatan komitmen perjuangan. NU meneguhkan kembali perannya sebagai penjaga moderasi Islam serta perekat persatuan bangsa.
Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU
Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa merupakan badan otonom NU yang bergerak dalam pelestarian dan pengembangan pencak silat. Pagar Nusa tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, spiritualitas, disiplin, dan loyalitas kepada ulama.
Secara filosofis, Pagar Nusa dimaknai sebagai pelindung diri, pelindung agama, dan pelindung bangsa. Nilai ini menjadi dasar gerak Pagar Nusa dalam setiap aktivitasnya.
Peran Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak
Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda NU di wilayah Kecamatan Kampak. Kegiatan latihan rutin tidak hanya berfokus pada teknik pencak silat, tetapi juga pembentukan mental, kedisiplinan, dan akhlakul karimah.
Selain pembinaan fisik dan mental, Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pengamanan kegiatan keagamaan, serta penguatan ideologi ke-NU-an dan kebangsaan.
Merawat Jagat dan Membangun Peradaban
Tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban” diterjemahkan oleh Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak melalui tindakan nyata di tingkat lokal, mulai dari menjaga kerukunan masyarakat, membina generasi muda, hingga melestarikan budaya dan tradisi pencak silat Nusantara.
Pencak silat menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan nilai kesabaran, keberanian, tanggung jawab, dan kejujuran. Dengan nilai-nilai tersebut, Pagar Nusa berkontribusi nyata dalam membangun peradaban yang bermartabat.
Penutup
Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen khidmah kepada agama, bangsa, dan negara. Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, membina generasi muda, serta merawat jagat dan membangun peradaban dari tingkat lokal.
Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Dari Pagar Nusa PAC Kecamatan Kampak, untuk NU dan Indonesia.
