Empat Puluh Tahun Bukan Garis Akhir, Pagar Nusa Teguhkan Langkah Pengabdian

, Januari 03, 2026 WIB


pagarnusakampak.com – Memperingati empat dekade Pagar Nusa, sebuah pesan reflektif disampaikan melalui visual dan narasi yang kuat: “Empat puluh tahun bukanlah garis akhir, melainkan garis tegak untuk melompat lebih jauh.” Pesan ini menjadi penegasan bahwa perjalanan Pagar Nusa tidak berhenti pada usia, melainkan terus bergerak dalam khidmah dan pengabdian.


Dalam pesan yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, ditegaskan bahwa Pagar Nusa lahir dari pesantren, tumbuh di gelanggang, dan ditempa dalam jalan khidmah yang panjang. Selama empat dekade, Pagar Nusa meneguhkan sumpah perjuangannya: setia kepada ulama, tegak menjaga negeri, dan hadir di setiap denyut kemanusiaan.


Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama, yang tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga membentuk karakter melalui disiplin, keberanian, dan akhlak. Dalam pesan tersebut juga ditegaskan bahwa setiap langkah kader Pagar Nusa harus dilandasi kesiapan untuk menjaga, menolong, dan mengabdi, tanpa ragu dan tanpa pamrih.


Tema besar “Bela Kiai Sampai Mati” kembali digaungkan sebagai identitas perjuangan Pagar Nusa. Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan sikap hidup dan komitmen moral seluruh keluarga besar Pagar Nusa dalam menjaga marwah ulama, organisasi, dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.


Empat puluh tahun Pagar Nusa menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi perjuangan, memperdalam keikhlasan, serta memperluas peran dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan. Dengan semangat kebijaksanaan, Pagar Nusa diharapkan terus menyapa luka zaman dan merawat peradaban, sebagaimana pesan yang tertuang dalam refleksi Harlah ke-40 ini.


#psnupagarnusa

#harlahpagarnusa

#empatdekade

Komentar

Tampilkan