Pagarnusakampak.com – Perjalanan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa sebagai bagian dari keluarga besar pencak silat nasional tidak lepas dari momentum bersejarah pada akhir dekade 1980-an. Salah satu tonggak penting tersebut adalah resminya IPSNU Pagar Nusa diterima sebagai anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Berdasarkan arsip pemberitaan Surabaya Post edisi Rabu, 14 Januari 1987, IPSI secara resmi membuka pintu bagi IPSNU Pagar Nusa untuk bergabung sebagai perguruan pencak silat yang sah di bawah naungan organisasi nasional pencak silat Indonesia. Keputusan ini menjadi pengakuan penting atas eksistensi Pagar Nusa sebagai perguruan yang tumbuh dari tradisi pesantren Nahdlatul Ulama.
Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa Pagar Nusa telah memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai pondok pesantren dan daerah di Jawa Timur, dengan pusat kegiatan di Surabaya. Keilmuan pencak silat yang diajarkan bersumber dari para kiai dan masyayikh pesantren, dengan sanad keilmuan yang jelas dan berakar kuat pada nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah.
Masuknya Pagar Nusa ke IPSI tidak hanya memperkuat struktur organisasi pencak silat nasional, tetapi juga membuka ruang pembinaan yang lebih luas, baik dalam bidang teknik, kepelatihan, maupun pengembangan prestasi. Sejak saat itu, Pagar Nusa mulai aktif mengikuti berbagai agenda resmi IPSI, sekaligus tetap menjaga ciri khasnya sebagai pencak silat yang menjunjung tinggi adab, akhlak, dan nilai keislaman.
Kini, puluhan tahun setelah peristiwa tersebut, Pagar Nusa telah berkembang pesat dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, bahkan merambah ke mancanegara. Momentum masuknya Pagar Nusa ke IPSI pada tahun 1987 menjadi bagian penting dari sejarah panjang perjuangan para pendekar NU dalam menjaga tradisi, merawat warisan leluhur, dan mengabdikan pencak silat untuk agama, bangsa, dan negara.
#psnupagarnusa
#sejarah

